KESEPADANAN DALAM PENERJEMAHAN
A. Definisi dan Sejarah singkat Teori Kesepadanan
Teori kesepadanan (Equivalence Theory) adalah berisi pembahasan tentang konsep pencapaian kesepadanan antara teks sumber (ST) dan teks target (TT). Dengan tujuan mencapai efek/makna yang serupa meskipun terdapat perbedaan linguistik dan budaya antar keduanya.
Teori kesepadanan (Equivalensi Theory) dalam studi penerjemahan pertama kali diperkenalkan oleh Eugene Nida. Seorang ahli dalam bidang Linguistik terapan dan penerjemahan, Nida lahir pada tahun 1914 dan wafat pada tahun 2011 merupakan salah satu tokoh terkemuka dalam pengembangan teori dan praktik penerjemahan modern, selama karirnya Nida membuat banyak kontribusi signifikan dalam bidang penerjemahan.
Konsep kesepadanan yang diusulkannya menggaris bawahi pentingnya mencapai kesesuaian makna antara teks sumber dan teks target meskipun terdapat perbedaan linguistik dan budaya antara keduanya. Dengan pendekatan yang inovatif, Nida menyelidiki cara untuk memfasilitasi komunikasi lintas bahasa dengan lebih efektif, termasuk mengidentifikasi strategi dan teknik penerjemahan yang dapat digunakan untuk mencapai kesepadanan yang optimal.
Salah satu contoh karyanya adalah "Towards a Science of Translating" diterbitkan pada tahun 1964 telah menjadi landasan penting bagi studi penerjemahan modern dan memberikan inspirasi bagi generasi penerjemah dan ahli bahasa lainnya.
B. Tiga Kesepadanan dalam penerjemahan
1. Kesepadanan Formal (Formal Equivalence)
Kesepadanan Formal adalah pendekatan yang menekankan pada pemeliharaan kesetiaan terhadap teks Sumber segala aspek termasuk struktur kalimat, kosakata, dan gaya. Pendekatan ini berfokus pada reproduksi yang setia dari teks sumber kebahasa target, penerjemah berusaha mempertahankan kesetiaan terhadap setiap unsur linguistik dan struktural dalam teks sumber tanpa mengubah/menambahkan apapun dalam prosesnya.
Contoh: Teks Sumber bahasa Indonesia: "Kucing berlari di taman." Terjemahan ke bahasa Inggris (kesepadanan formal): "The cat runs in the park." Dalam contoh ini penerjemah mempertahankan
Komentar
Posting Komentar