A. Definisi علم اللغة (Linguistik)
Secara etimologi, kata linguistik diserap dari bahasa Latin “lingua”
yang berarti bahasa. Dalam bahasa Inggris disebut “linguistics” artinya ilmu bahasa. Kata linguistics kemudian diserap oleh bahasa Indonesia
menjadi “linguistik” dengan makna yang sama, yaitu ilmu tentang bahasa atau telaah bahasa secara ilmiah.
Secara terminologi, menurut Kridalaksana, linguistik adalah “Ilmu
tentang bahasa atau penyelidikan bahasa secara ilmiah.” Definisi ini
tidak berbeda dengan pendapat John Lyons. Menurutnya, linguistik adalah “Pengkajian bahasa secara ilmiah.” Lebih lanjut ia mengatakan,
bahwa yang dimaksud dengan pengkajian atau studi bahasa secara ilmiah
adalah “Penyelidikan bahasa melalui pengamatan-pengamatan yang
teratur dan secara emperis dapat dibuktikan benar atau tidaknya serta
mengacu pada suatu teori umum tentang struktur bahasa.”
Dalam beberapa literatur berbahasa Arab, di antaranya dikemukakan oleh Atiyah, bahwa kata linguistik diterjemahkan dengan علم اللغة juga disebut dengan: علم اللسان، اللسانيات، الألسنة، الألسنيات، اللغويات secara etimologi (lughawi), kata علم اللغة terdiri dari dua kata: علم (ilmu) dan اللغة (al-Lughah). Kata علم dalam bahasa Indonesia diartikan ‘ilmu pengetahuan, اللغة dan berarti ‘bahasa.’ Dengan demikian, pengertian علم اللغة secara etimologi adalah ilmu tentang bahasa. Atiyah
menyebutkan, bahwa علم اللغة adalah هي عبارة عن الدراسةالعلمية للغة. فهوعلم يتناول اللغة موضوعا له “Sebuah istilah tentang pengkajian secara ilmiah terhadap bahasa. Yaitu ilmu
yang menjadikan bahasa sebagai obyek kajiannya.”
تَعْرِيفُ كَلِمَةِ (اللُّغَةِ): اَللُّغَةُ مُشْتَقَّةٌ مِنْ لَغَا يَلْغُو إِذَا تَكَلَّمَ؛ فَمَعْنَاهَا الْكَلَامُ
Definisi kata lughah (bahasa): Lughah berasal dari kata laghā–yalghū لَغَا يَلْغُو yang berarti ‘apabila berbicara’; maka maknanya adalah perkataan (ucapan).
Adapun dalam istilah, definisi yang paling terkenal adalah yang disebutkan oleh Abu al-Fath Ibnu Jinni dalam kitabnya Al-Khashā’ish, dimana beliau berkata:
حَدُّ اللُّغَةِ: أَصْوَاتٌ يُعَبِّرُ بِهَا كُلُّ قَوْمٍ عَنْ أَغْرَاضِهِمْ
Definisi bahasa adalah: bunyi-bunyi yang diungkapkan oleh setiap kaum sesuai dengan tujuannya.
Definisi ini, yang diwariskan para ulama bahasa Arab dengan berbagai keahlian mereka, sebanding dengan definisi ilmiah modern tentang bahasa, karena definisi-definisi modern itu memandang bahwa bahasa adalah:
a) أَصْوَاتٌ مَنْطُوقَةٌ (Bunyi-bunyi yang dilafalkan)
b) وَأَنَّ وَظِيفَتَهَا التَّعْبِيرُ عَنِ الْأَغْرَاضِ (Dan fungsinya adalah menyampaikan maksud (tujuan)
c) وَأَنَّهَا تَعِيشُ بَيْنَ قَوْمٍ يَتَفَاهَمُونَ بِهَا (Dan bahasa hidup di tengah suatu kaum yang saling berkomunikasi dengannya)
d) وَأَنَّ لِكُلِّ قَوْمٍ لُغَةً (Dan setiap kaum memiliki bahasanya masing-masing)
Dan
Ibnu Al-Hajib mendefinisikannya sebagai: كُلُّ لَفْظٍ وُضِعَ لِلْمَعْنَى Setiap lafaz (kata) yang ditetapkan untuk suatu makna.
B. Kajian Linguistik
a) Aspek Internal mencakup sebuah bahasa seperti tata bahasa, kosakata, pengucapan, dan makna kata.
b) Aspek Eksternal mencakup sebuah bahasa seperti kajian tentang dialek-dialek bahasa, Sejarah perkembangan bahasa, serta hubungan antara bahasa dan budaya.
C. Obyek Kajian Linguistik
Pengkajian terhadap bahasa secara objektif ini, melahirkan pandangan yang komprehensif tentang bahasa itu sendiri. Setiap bahasa
terdiri dari beberapa elemen yang membentuknya. Elemen-elemen bahasa ini disebut dengan tataran linguisitik, yaitu:
a. Sintaksis (علم النحو)
Menurut Verhaar, sintaksis adalah “Menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau menempatkan kalimat
dalam kelompok-kelompok kata menjadi kalimat. Dalam bahasa
Arab, secara umum sama dengan “علم النحو “atau lebih spesifiknya
“الإعراب“. Pembahasan lebih lengkap dapat dilihat pada bab sintaksis.
b. Morfologi (علم الصرف/ علم الإشتقاق)
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, disebutkan bahwa yang
dimaksud dengan morfologi adalah “Cabang linguistik yang mengkaji tentang morfem dan kombinasi-kombinasinya atau bagian dari
struktur bahasa yang mencakup kata dan bagian-bagian kata.” Dalam bahasa Arab, secara umum dikenal dengan “ علم الإشتقاق “atau
“علم الصرف “. Namun kajian “ علم الصرف “dinilai lebih bervariasi dibanding dengan morfologi. Pembahasan lebih lengkap dapat dilihat
pada bab morfologi.
c. Semenantik (علم السيمنتيك/الدلالة)
Pateda mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan semantik
adalah “Studi tentang hubungan antara suatu pembeda linguistik
dengan hubungan proses mental atau simbol dalam aktivitas bicara.” Dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah “علم السيمنتيك/الدلالة “.
Pembahasan lebih lengkap dapat dilihat pada bab semantik.
d. Fonologi (علم الأصوات وظائف)
Menurut Kridalaksana, fonologi adalah “Bidang dalam linguistik
yang menyelidiki bunyi-bunyi bahasa menurut fungsinya.” Dalam
bahasa Arab dikenal dengan istilah “فنولوجيا “atau “ علم الأصوات وظائف“.
Pembahasan lebih lengkap dapat dilihat pada bab fonologi.
e. Fonetik (علم الأصوات)
Menurut Kridalaksana, yang dimaksud dengan fonetik adalah
“ilmu yang menyelidiki, penghasilan, penyampaian, dan penerimaan
bunyi bahasa.” Dalam literatur bahasa Arab dikenal dengam “علم
الأصوات“. Pembahasan lebih lengkap dapat dilihat pada bab fonetik.
f. Pragmatik (علم التداولية)
Fokus pada penggunaan bahasa mempelajari dalam konteks sosial, yaitu bagaimana bahasa digunakan untuk berkomunikasi dan bagaimana konteks memengaruhi pemahaman makna.
g. Sosiolinguistik (علم اللغة الاجتماعية)
Mempelajari hubungan antara bahasa dan masyarakat.
h. Psikolinguistik (علم اللغة النفسي)
Mempelajari hubungan antara bahasa dan pikiran manusia.
D. Hubungan Linguistik dengan disiplin ilmu lainnya
a) Ilmu Fiqh (علم الفقه)
Mempelajari hukum-hukum syari'at Islam yang bersifat praktis dan terperinci, berdasarkan dalil-dalil dari Al-Qur'an dan As-Sunah melalui metode ijtihad.
b) Ilmu Tafsir (علم التفسير)
Memahami, menjelaskan, dan mengungkap makna-makna serta hukum-hukum dan hikmah-hikmah yang terkandung dalam Al-Qur'an, yaitu kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
c) Ilmu Balaghoh (علم البلاغه)
Mempelajari cara menyampaikan pesan dengan indah, tepat, dan sesuai dengan situasi serta kondisi pendengar atau pembaca, sehingga pesan yang disampaikan menjadi jelas dan memiliki dampak yang signifikan.
d) Ilmu Nahwu (علم النحو)
Ilmu tata bahasa bahasa Arab yang mempelajari struktur kalimat, jabatan kata, dan perubahan harakat akhir kata (i'rab) untuk memahami makna dan membentuk kalimat yang benar.
e) Ilmu Ushul Fiqh (علم اصول الفقه)
Ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah, teori-teori, dan sumber-sumber hukum Islam secara terperinci untuk menghasilkan hukum Islam.
f) Sosiolinguistik (علم اللغة الاجتماعية)
Mempelajari hubungan antara bahasa dan masyarakat.
h) Ilmu Tarikh ( علم التاريخ)
Ilmu sejarah, yaitu studi tentang peristiwa masa lampau yang disusun secara kronologis untuk diambil pelajaran dan hikmahnya.
g) Psikolinguistik (علم اللغة النفسي)
Mempelajari hubungan antara bahasa dan pikiran manusia.
E. Manfaat Mempelajari Linguistik
Menurut Chaer, bahwa linguistik akan memberi manfaat langsung
kepada mereka yang berkecimpung dalam kegiatan yang berhubungan
dengan bahasa, seperti linguis itu sendiri, guru bahasa, penerjemah,
penyusun buku pelajaran, penyusun kamus, petugas penerangan, para
jurnalis, politikus, diplomat dan sebagainya.
Demikian tentunya mempelajari lingistik Arab. Mempelajari linguis tik Arab dapat memberikan kontribusi yang sangat besar kepada
mereka yang bergelut di bidang bahasa Arab. Di antaranya adalah:
a. Bagi Guru-guru Bahasa Arab
Bagi setiap guru bahasa Arab, mengetahui secara baik tentang
hal-hal yang berkaitan dengan fonologi, morfologi, sintaksis, fonologi
dan fonetik bahasa Arab adalah sangat penting. Karena bagaimana
mung kin seorang guru bahasa Arab dapat mengajarkan keterampilan
mengucapkan huruf-huruf Arab tanpa menguasai sistem fonologi bahasa Arab.
b. Penerjemah Bahasa Arab
Bagi mereka yang bergelut di bidang penerjemahan bahasa Arab,
mengetahui linguistik Arab saja justru belum mencukupi. Bahkan ia
harus menguasai sosiolinguistik dan kontrastif bahasa Arab.
c. Penyusun Buku Pelajaran Bahasa Arab
Tujuan penyusunan setiap buku adalah agar buku dimaksud dapat
di “konsumsi” oleh banyak orang. Dengan demikian, pemilihan bahasa
yang tepat dan komunikatif menjadi salah satu faktor penarik para
pembaca terhadap buku yang disusun.
d. Penyusun Kamus Berbahasa Arab
Seperti halnya kamus-kamus bahasa lain, kamus bahasa Arab juga
disusun dengan memperhatikan hal-hal berikut; menentukan fonemfonem bahasa Arab yang akan dikamuskan; menentukan ejaan (الهجائية ) atau grafem fonem-fonem dimaksud; memahami seluk-beluk bentuk
dan cara pembentukan kata ( علم الصرف ) ; menentukan makna kata, seperti
makna leksikal, gramatikal, dan kontekstual dan bahkan latar belakang
sosial bahasa tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Nasution, S. (2017). Pengantar Linguistik Bahasa Arab.
Muqit, A. (2021). Ilmu Al-Lughot.
Modul pdf. فقه اللغة العربية halaman 18
Komentar
Posting Komentar