KONSEP DALAM PENERJEMAHAN
A. Pengertian Tarjamah
Secara Etimologi (bahasa), kata Tarjamah berasal dari bahasa Arab ترجمة . Kata tersebut kedudukannya sebagai masdar, yaitu dari Fi'il Madhi Ruba'i al Mujarrod. Bentuknya sebagai berikut: ترجم، يترجم، ترجمة، وترجما، ومترجما، فهو مترجم، وذالك مترجم، ترجم لا ترجم، مترجم، مترجم . Terjemahan secara bahasa adalah menetapkan suatu makna yang mampu meberikan keterangan dan kejelasan. الترجمة لغة: تطلق على معان ترجع الى البيان والايضاح.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijumpai arti tarjamah, yaitu "menyalin (memindahkan) dari suatu bahasa ke bahasa lain atau mengalih bahasakan. Memindahkan bahasa pokok kepada bahasa sasaran (dalam hal ini dari bahasa Arab kepada bahasa Indonesia). Menurut istilah tarjamah adalah memindahkan suatu kalam (pembicaraan) dari suatu bahasa ke dalam bahasa lain dan mengungkapkan satu pengertian dengan suatu kalam yang lain dalam bahasa yang lain.
B. Urgensi Tarjamah
- Dibutuhkan sebagai pengembangan bahasa. Mata pelajaran dan kuliah tarjamah berfungsi sebagai sarana pengembangan bahasa bagi pelajar. Terjemah sebagai penunjang keterampilan berbicara dan menulis. Selain itu berperan sebagai sarana keberhasailan belajar mahasiswa bahasa Arab.
- Dibutukan sebagai nilai lebih pelajar. Keterampilan menerjemah dapat menjadi nilai tambah bagi seorang lulusan. Dan keterampilan menerjemah dapat menjadi peluang usaha bagi lulusan bahasa Arab.
- Dibutuhkan untuk ahli ilmu. Keterampilan menerjemah dibutuhkan untuk ahli ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan dan agama dari negara maju ke negara berkembang.
- Dibutuhkan sebagai keahlian. Menerjemah sebagai keterampilan yang melekat sebagai sebuah keahlian, keterampilan tersebut dibutuhkan oleh guru, dosen, serta penerjemah.
- Untuk menerjemah teks asing. Menejemah dibutuhkan untuk menerjemah teks asing yang perlu dipublikasikan ke bahasa tujuan. Bidang yang diterjemah berupa buku atau film.
C. Unsur Tarjamah
- Bahasa sumber (لغة المصدر), (source languange), (الغة المرتجمة عنه أو لغة الأصل).
- Bahasa sasaran (لغة المستهدف), (target language), (اللغة المترجمة اليها أو لغة النقل).
- Padanan, (المعادل), (equivalent).
- Pesan (فكرة), atau informasi (sesuatu yang berada diluar bahasa tersebut atau suatu obyek yang dibicarakan (obyektif).
- Maksud fenomena yang ada dalam bahasa itu sendiri (subyektif).
- Makna (segala sesuatu yang dipahami seseorang baik berasal dari kata, ungkapan maupun kalimat (bersifat linguistis).
D. Metode Penerjemahan
Menurut Molina dan Albir "Transalation method refers to the way of particular translation process that is carried out in term of the translator's objective". Seluruh proses penerjemahan tidak ada yang bersifat simplistik, itu berarti penggunaan suatu metode tidak pernah digunakan seratus persen (cenderung menganut mix method dalam proses menerjemah).
E. Macam-macam Metode Tarjamah
- Tarjamah harfiah (literer atau kaku). Hasil tarjamah menggunakan google terjemah atau google document terjemah (sesuai teks sumber).
- Tarjamah semi harfiah atau tasrifiah (cenderung kaku). Menggunakan dua bahasa yang masih serumpun.
- Tarjamah bi tasharruf atau tashrifiah (bebas). Fokus pemindahan makna.
- Tarjamah semi tashrifiah (cenderung bebas). Perbedaan bahasa signifikan.
- Tarjamah tidak langsung (الترجة التحظيرية). Persiapan terjemah buku.
- Tarjamah langsung (الترجمة الفورية). Penerjemah pada seminar.
F. Metode Penerjemahan yang layak
- Penerjemahan Sistematis. Ciri-cirinya:
- Lebih akurat, karena mengutamakan kebenaran teks terjemahan.
- Berfokus pada teks sumber, jadi padanan kata sangat diperhatikan.
- Digunakan untuk menerjemahkan teks yang berkaitan dengan emosi, perasaan, atau budaya.
- Melibatkan daya cipta penerjemah, sehingga kadang terasa agak berlebihan.
- Penerjemah berkreasi sesuai keinginan penulis teks sumber.
- Lebih ekonomis (cenderung disukai pembaca dan bernilai jual).
- Mengutamakan pembaca terjemahan, supaya mudah dipahami.
- Digunakan untuk teks yang berisi informasi, ajakan, atau solusi.
- Fokus pada pesan, sehingga bahasa lebih sederhana, jelas, dan singkat.
- Penerjemah tidak terlalu bebas berkreasi karena pembaca terjemahan beragam.
G. Aspek Penting dalam Proses Penerjemahan
- Keakuratan
- Penerjemah harus tepat dan akurat saat menerjemahkan.
- Ketidaktelitian dapat menyebabkan kesalahan penafsiran pesan dari bahasa sumber.
- Keakuratan berarti kesesuaian informasi antara bahasa sumber (Bsu) dan bahasa sasaran (Bsa).
- Tidak boleh mengurangi, menambah, atau mengubah makna teks sumber.
- Terjemahan bukan membuat karya baru, tetapi menjembatani penulis dan pembaca.
2. Keberterimaan
- Terjemahan harus sesuai dengan kaidah dan norma bahasa sasaran.
- Memperhatikan unsur budaya dalam bahasa sumber dan sasaran.
- Hasil terjemahan harus terasa alami, tidak kaku atau asing bagi pembaca.
3. Keterbacaan
- Terjemahan harus mudah dipahami pembaca.
- Penerjemah harus bisa mengalihkan pesan dengan jelas.
- Kata, istilah, frasa, klausa, dan kalimat mudah dimengerti oleh pembaca.
H. Syarat Menjadi Penerjemah
- Penguasaan bahasa penerjemah harus menguasai bahasa sumber (Bsu) dan bahasa sasaran (Bsa) dengan baik.
- Penguasaan konten terjemahan tenerjemah harus memahami isi atau topik teks yang akan diterjemahkan.
- Kemampuan menulis yang baik harus mampu menulis jelas dan baik, sehingga hasil terjemahan mudah dipahami pembaca.
- Teliti dan cermat penerjemah harus bekerja dengan sangat teliti, karena kesalahan satu kata saja bisa mengubah makna.
- Mau berkonsultasi dan terus belajar penerjemah perlu belajar terus dan berkonsultasi jika menemukan kesulitan atau keraguan.
- Berintegritas tinggi penerjemah harus jujur, rendah hati, terbuka terhadap kritik, dan tidak memaksakan pendapat pribadi.
- Pemahaman teks terjemahan. Penerjemah harus memahami teks dengan baik dan menganalisis maknanya agar pesan dapat dipahami dalam bahasa sasaran.
- Mau memperbaiki hasil terjemahan. Penerjemah harus bersedia merevisi dan memperbaiki hasil terjemahan agar lebih akurat.
- Memiliki pengetahuan kebudayaan penerjemah perlu memahami budaya bahasa sumber dan bahasa sasaran agar makna tidak salah.
- Menguasai keilmuan terjemah. Penerjemah harus memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam ilmu penerjemahan.
- Berwawasan pengetahuan luas. Penerjemah harus memiliki wawasan luas, termasuk istilah dalam berbagai bidang.
- Penguasaan konten terjemahan. Tidak hanya mengandalkan kamus, tetapi juga memahami isi atau topik teks yang diterjemahkan.
- Menjaga keaslian teks sumber. Penerjemah harus menjaga makna asli dan tidak menerjemahkan secara harfiah jika mengubah pesan.
Komentar
Posting Komentar