DUA SISI BAHASA (ARAB DAN INDONESIA)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
A. Karakteristik Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia
1. Genus (Jenis)2. Pola Dasar Kalimat
Bahasa Arab memiliki pola dasar kalimat P (V) + S (N), sedangkan bahasa Indonesia menggunakan pola S (N) + P (N/V).
3. Penempatan Objek
Dalam bahasa Arab, objek verba dapat diselangi oleh unsur lain dalam kalimat. Contoh: واثار رفض الرئيس اختصار جولته الخارجية أثناء حوادث عنف أوقعت 500 قتيل انتقادات حادة. Penolakan Presiden untuk mempersingkat lawatannya ke luar negeri di tengah terjadinya tindak kekerasan yang menelan 500 korban, menimbulkan kritik pedas. Objek dari verba اثار adalah انتقادات yang lokasinya terpisah oleh beberapa kata lain. Berbeda dengan bahasa Indonesia yang tidak berlaku hal yang demikian.
4. Partikel
Dalam bahasa Arab, partikel sering menjadi bagian dari idiom verba berpreposisi yang merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan dalam proses penerjemahan. Contoh: رَغِبَ الَّجُلُ عَنْ الصَّغَائِرِ فَضْلاً عَنِ الْكُبَائِرِ. Lelaki itu tidak menyukai dosa kecil apalagi dosa besar. Preposisi عَنْ merupakan bagian tak terpisahkan dari verba رَغِبَ sehingga membentuk makna “tidak menyukai.”
5. Verba Majhul (Mabni Lil Majhul)
Verba majhul dalam bahasa Arab digunakan ketika subjeknya sudah diketahui, sehingga tidak perlu disebutkan dalam kalimat. Sementara dalam bahasa Indonesia, kalimat pasif saat diterjemahkan ke bahasa Arab sering berubah menjadi kalimat aktif.
6. Kata Ganti (Mufrod. Mutsanna, Jamak)
Bahasa Arab memiliki sistem kata ganti yang lebih kompleks dan membedakan genus maskulin dan feminin, sedangkan bahasa Indonesia tidak memiliki perbedaan tersebut.
7. Konjungsi (Atof, Jar, Masdar, dll)
Konjungsi dalam bahasa Arab memiliki aturan tersendiri. Kata seperti اَوْ dan وَ kadang diterjemahkan secara harfiah, cukup dengan tanda koma, atau bahkan tidak diterjemahkan. Hal ini tidak terdapat dalam bahasa Indonesia.
8. Ketakrifan (ال)
Dalam bahasa Arab, pemarkah takrif adalah ال, sedangkan dalam bahasa Indonesia menggunakan ini dan itu. Ini merujuk pada nomina yang sedang atau akan dibicarakan, sedangkan itu merujuk pada nomina yang sudah disebutkan. Namun, tidak semua ال harus diterjemahkan sebagai ini atau itu.
9. Bentuk Dual (Mutsanna)
Bahasa Arab memiliki bentuk dual (mutsanna) pada verba, sedangkan bahasa Indonesia tidak mengenal bentuk dual seperti itu. Contoh: يَكْتُبَانِ. Saat menerjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia biasanya tidak menjadi masalah, tetapi sebaliknya dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab lebih sulit.
10. Pronomina Relatif (Isim Mausul)
Pronomina relatif dalam bahasa Arab diwakilkan oleh Isim Maushul: الذي، اللذان، التي، اللتان، الذين، اللاتي. Sementara Bahasa Indonesia hanya memiliki “yang.”
11. Demonstrativa (Isim Isyaroh)
Nomina demonstrativa dalam bahasa Arab yaitu isim isyarah, yang lebih kompleks dibandingkan dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Arab ada: هذا، هذه، ذلك، تلك، هذان، هاتان، هاتان، هؤلاء، أولئك. Sementara dalam bahasa Indonesia, nomina demonstrativa hanya terbatas pada kata “ini” dan “itu.”
12. Superlatif dan Komparatif
Dalam bahasa Arab, bentuk komparatif menggunakan pola أفعل + من, sedangkan superlatif menggunakan pola الأفعل atau أفعل yang diikuti nomina jamak. Sementara dalam bahasa Indonesia, komparatif ditandai dengan kata “lebih dari”, dan superlatif dengan kata “paling” atau morfem “ter-”.
13. Adverbia
Dalam bahasa Arab, kata keterangan dapat berupa hāl atau zharaf dan biasanya menjadi perluasan unsur kalimat yang harus berupa verba. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, adverbia dapat memperluas unsur kalimat berupa verba, nomina, maupun adjektiva.
B. Karakteristik Utama Bahasa Arab
Bahasa Arab memiliki ciri khas yang unik dan universal yang membedakannya dengan bahasa lain
- Sistem Gender dan Jumlah: Membedakan jenis kelamin laki-laki (mudzakar) dan perempuan (muannats)
. Selain itu, terdapat pembagian jumlah berupa tunggal (mufrad), dual (mutsanna), dan jamak (plural) . - I'rab: Perubahan pada akhiran kata (baik kata benda maupun kata kerja) yang diwajibkan oleh keadaan tertentu, seperti rofa’, nashab, jazm, dan jar.
- Tashrif: Perubahan bentuk kata dasar menjadi berbagai bentuk lain berdasarkan pola-pola baku tertentu
. - Kesesuaian Subjek dan Kata Kerja: Penggunaan kata kerja dan tata bahasa selalu berubah mengikuti subjek yang berhubungan dengan kata kerja tersebut
. - Dualisme Bahasa: Terdapat pembagian antara bahasa 'ammiyah (digunakan untuk komunikasi tidak formal seperti jual beli) dan bahasa fush-ha (bahasa resmi untuk sastra, pendidikan, dan kitab suci)
. - Struktur Kalimat Deklaratif: Tidak memerlukan kata sarana khusus untuk menjelaskan hubungan antara subjek dan predikat
. - Integrasi Dua Kata: Penggunaan satu kata untuk menunjukkan dua hal yang memiliki makna berbeda secara morfologis dan telah menjadi istilah baku
. - Penekanan pada Makna: Sangat mementingkan penyampaian makna secara utuh agar dapat ditangkap dengan tepat oleh pendengar atau pembaca
.
C. Perbandingan dengan Bahasa Indonesia
- Struktur Jenis & Jumlah: Tidak memberlakukan kaidah jenis kelamin atau jumlah dual dalam struktur kalimatnya
. - Fonetik (Bunyi): Memiliki bunyi konsonan seperti /ng/, /ny/, /c/, /p/, /g/ serta vokal /o/, /e/ yang dinilai sangat sulit diucapkan oleh penutur Arab karena tidak ada dalam bahasa mereka
. - Gaya Bahasa: Tidak dijelaskan secara spesifik, namun digunakan sebagai pembanding struktur.
Abdullah, M. M. (2019). Karakteristik Bahasa Arab.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar