BAHASA DAN OTAK (NEUROLINGUISTIK)
A. DEFINISI BAHASA
Bahasa adalah kemampuan individu dalam menyampaikan sesuatu yang dimana tujuannya memberitahu informasi. Bahasa disebut juga sebuah sistem bunyi yang arbriter, konvensional, yang dapat digunakan untuk berkomunikasi.
B. HUBUNGAN BAHASA DAN OTAK
Dalam otak manusia ada struktur dan organisasinya yang memegang peranan penting dalam bahasa. Otak manusia nampak dari luar seperti sarung tinju.
Penelitian paling awal tentang pusat bicara dan bahasa di otak dimulai pada awal abad ke-19. Dokter mencatat bahwa pasien cedera otak dengan kerusakan pada belahan otak kiri akan kehilangan kemampuan bicara dan bahasa, sedangkan mereka yang cedera pada belahan otak kanan tidak kehilangan kemampuan ini. Penelitian terkini menunjukkan bahwa pada sekitar 97% orang, bahasa dikuasai oleh belahan otak kiri. Namun, pada sekitar 19% orang kidal, area yang bertanggung jawab untuk bahasa berada di belahan otak kanan dan sebanyak 68% dari mereka memiliki beberapa kemampuan bahasa di belahan otak kiri dan kanan.
Pembahasan tentang bahasa tidak bisa dipisahkan dari peran otak, diantaranya:
1. Otak berperan penting dalam proses:
- Penguasaan bahasa
- Pemahaman bahasa
- Penggunaan bahasa dalam komunikasi
C. STRUKTUR OTAK
- Bagian otak depan (Frontal lobe)
- Bagian otak atas dekat ubun-ubun (Parietal Lobe)
- Otak kecil (Cerebellum)
- Sumsum lanjutan (Medulla oblongata)
- Bagian otak temporal (Temporal lobe)
- Area Broca di otak bagian kiri berkaitan dengan kemampuan bahasa lisan.
- Kerusakan bagian ini berdampak pada penurunan bahasa lisan (Afasia Broca)
- Area Wernicke di otak bagian kiri barkaitan dengan kemampuan memahami ujaran
- Kerusakan bagian ini berdampak pada kesulitan memahami ujaran (Afasia Wernicke)
- Korteks motor bertugas mengendalikan gerakan otot (menggerakkan tangan, kaki, lengan, dsb)
- Berdekatan dengan area Broca adalah korteks motor gerakan wajah, rahang, lidah, dan laring.
- Penghubung area Wernicke dan Broca
- Koordinator hubungan kemampuan pemahaman dan ujaran
- Kerusakan pada bagian ini dapat menyebabkan menurunnnya koordinasi pemahaman dan pengucapan/kesulitan melakukan pengulangan (Conduction Aphasia/ Afasia Konduksi)
- Flaherty menyebutkan, bagian tubuh sebelah kanan diproses di belahan otak kiri, sedangkan bagian tubuh di sebelah kiri diproses di belahan otak sebelah kanan.
- Yule menyebutkan sinyal dari telinga kanan diproses otak sebelah kanan.
- Sinyal bahasa diterima telinga kiri dikirim ke belahan otak kanan, kemudian dikirim ke otak kiri (rute tidak langsung)
- Sinyal bahasa diterima telinga kanan dikirim ke belahan otak kiri (rute langsung).
- Otak kanan bertanggung jawab mengolah bunyi non-bahasa/ non-linguistik (musik, bising, lalu lintas, batuk, nyanyian burung, dll)
- Otak kiri bertanggung jawab mengolah bunyi bahasa/ linguistik (pusat bahasa)
Pemerolehan bahasa adalah proses alami yang dialami manusia dalam mengembangkan kemampuan berbahasa. Bahasa tersusun dari kombinasi kata berdasarkan aturan tertentu dan unsur dasarnya adalah fonem, yaitu bunyi yang membedakan makna. Belajar bahasa penting bagi setiap individu untuk mengembangkan potensi diri dan memperluas pengetahuan. Bahasa mencakup berbagai bentuk komunikasi, baik lisan, tulisan, isyarat, gerak tubuh, ekspresi wajah, maupun seni.
- Kata didengar dan dipahami melalui telinga dikirim ke area Wernicke, kemudian ditransfer melalui arculate fasciculus ke area Broca untuk memproduksi produk lisan
- Sinyal juga dikirim ke korteks motor untuk menunjukkan gerakan tubuh, tangan, dan mimik wajah
E. TEORI LOKALISASI
Teori Lokalisasi berpendapat bahwa pusat bahasa dan ucapan terletak di daerah Broca dan daerah Wernicke. Beberapa wilayah otak yang berhubungan dengan kegiatan berbahasa:
- Hand and Writing yaitu mengendalikan tangan kanan.
- Speech dan Face yaitu mengendalikan saraf saluran ucapan.
- Auditory yaitu memproses bahasa lisan, terutama dari telinga kanan.
- Tactile yaitu memproses informasi indra melalui kulit, saraf, dan tangan kanan.
- Visual yaitu memproses bahasa tulis.
- Frontal lobe, Parietal lobe, Occipital lobe, dan Temporal lobe, yang masing-masing berperan dalam kemampuan bahasa dan fungsi sensorik otak.
- Medan Broca
- Medan Wernicke
- Korteks motor
- Afasia broca yaitu gangguan pada daerah medan broca yang mengakibatkan seseorang tidak dapat berujar.
- Afasia Wernicke yaitu gangguan pada daerah medan wernicke yang mengakibatkan seseorang tidak dapat memahami lawan bicaranya berbahasa.
- Afasia konduksi yaitu kerusakan pada fasikulus busur yang membuat pasien tidak dapat mengulangi ujaran-ujaran yang didengarnya.
F. PERBEDAAN OTAK PRIA DAN WANITA
2. Hal ini menyebabkan wanita cenderung lebih unggul dalam kemampuan bahasa.
- Wanita memiliki peluang sembuh lebih besar dibanding pria.
- Afasia lebih banyak terjadi pada pria.
- Digunakan oleh orang tuna rungu untuk berkomunikasi menggunakan tangan dan jari.
- Contohnya: Bahasa Sinyal Amerika dan Bahasa Sinyal Inggris.
- Jika hemisfer kiri (daerah Broca atau Wernicke) rusak, penderita mengalami gangguan bahasa seperti afasia.
- Afasia Broca: sulit mensinyalkan kalimat dengan struktur gramatikal yang benar.
- Afasia Wernicke: dapat memberi sinyal lancar, tetapi maknanya tidak jelas.
Komentar
Posting Komentar