PSIKOLINGUISTIK

 A. Definisi Psikolinguistik 

         Psikologi berasal dari bahasa Inggris pscychology. Kata pscychology berasal dari bahasa Greek (Yunani), yaitu dari akar kata psyche yang berarti jiwa, ruh, sukma dan logos yang berarti ilmu. Jadi, secara etimologi psikologi berati ilmu jiwa. 
        Pengertian Psikologi sebagai ilmu jiwa dipakai ketika Psikologi masih berada atau merupakan bagian dari filsafat, bahkan dalam kepustakaan kita pada tahun 50-an ilmu jiwa lazim dipakai sebagai padanan Psikologi. Kini dengan berbagai alasan tertentu (misalnya timbulnya konotasi bahwa Psikologi langsung menyelidiki jiwa) istilah ilmu jiwa tidak dipakai lagi.
      Psikolinguistik adalah ilmu yang mempelajari perilaku berbahasa, baik prilaku yang tampak maupun perilaku yang tidak tampak: resepsi, persepsi, pemerolehan bahasa, dan pemproduksian bahasa serta proses yang terjadi di dalamnya. Psikolinguistik juga merupakan disiplin ilmu baru sebagai produk sinergi antara psikologi dan linguistik. Karena itu, sejarah perkembangannya tidak terlepas dari tokoh-tokoh psikologi yang tertarik pada bahasa dan tokoh-tokoh linguistik yang tertarik pada aspek psikologis.
l l


B. Tokoh Penggiat Linguistik dan Penggiat Psikologi

       Sejak akhir abad ke-19, banyak psikolog meneliti bahasa dan banyak linguis mempelajari psikologi. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa dapat dikaji dari dua sisipsikologis dan linguistik sebagai objek kajian bersama.

1. Ahli Linguistik yang Tertarik pada Psikologi

Beberapa linguis mulai meneliti hubungan antara bahasa dan pikiran, sehingga jadi dasar lahirnya psikolinguistik.

  • Wilhelm von Humboldt (1767–1835)
    → Bahasa menentukan pandangan masyarakat penuturnya.
    → Dipengaruhi rasionalisme (menekankan akal & faktor bawaan).
    → Berbeda dengan empirisme yang menekankan pengamatan dan faktor luar.

  • Edward Sapir (1884–1939)
    → Mengaitkan bahasa dan psikologi.
    → Bahasa memengaruhi pikiran manusia.
    → Bersama Whorf, melahirkan teori relativitas bahasa (Sapir–Whorf Hypothesis).

  • Leonard Bloomfield (1887–1949)
    → Awalnya menganut mentalisme, lalu beralih ke behaviorisme.
    → Bahasa dianggap sebagai rantai stimulus–respon (S–R).
    → Dasar dari linguistik struktural.

  • Otto Jespersen→ Bahasa adalah simbol dalam otak yang membangkitkan pikiran.→ Menekankan aspek perilaku dalam komunikasi.

  • Ferdinand de Sussure (1858–1913)
    → Memperkenalkan konsep langue (sistem bahasa) dan parole (tuturan).
    Langue = kajian linguistik, Parole = kajian psikologi.
    → Bahasa bisa dipahami utuh jika linguistik dan psikologi digabungkan.

2. Ahli Psikologi yang Tertarik pada Linguistik

Sebaliknya, banyak psikolog yang tertarik mempelajari bahasa sebagai bagian dari perilaku dan proses mental manusia.

  • John Dewey (1859–1952)
    → Meneliti bahasa anak-anak.
    → Menekankan bahwa makna kata bagi anak harus dipahami dari sudut pandang anak itu sendiri.

  • Wilhelm Wundt (1832–1920)
    → Disebut Bapak Psikolinguistik Klasik.
    → Bahasa berasal dari gerak emosional yang tidak sadar.
    → Bahasa punya dua sisi: fisik (bunyi) dan psikis (pikiran).

  • Karl Buchler
    → Menambahkan fungsi bahasa: ekspresi, evokasi, representasi, dan koordinasi.

  • Edward Titchener
    → Penggagas psikologi introspeksi (meneliti kesadaran manusia).

  • John B. Watson (1878–1958)
    → Tokoh utama behaviorisme.
    → Bahasa = perilaku yang bisa diamati (stimulus → respon).

  • Weiss
    → Penganut behaviorisme yang masih mengakui peran mental.
    → Bahasa = perilaku fisiologis, sosial, dan mental.

  • Pillsbury & Meader
    → Bahasa adalah alat untuk menyampaikan pikiran.
    → Manusia berpikir dulu baru berbicara.

  • John B. Caroll
    → Menggabungkan linguistik dan psikologi lewat teori simbolik.
    → Respon bahasa melibatkan simbol yang diartikan dulu sebelum menghasilkan respon.

3. Awal Kolaborasi Linguistik dan Psikologi

1. Tahun 1860, kerja sama pertama oleh Steinhal (psikolog) dan Lazarus (linguis).
2. Tahun 1901, Albert Thumb & Karl Marbe menulis buku psikolinguistik pertama berdasarkan eksperimen.

4. Psikolinguistik Modern

Tahun 1950-an, muncul kerja sama antara Osgood, Caroll, dan Sebeok.
→ Hasilnya: buku “Psycholinguistics: A Survey of Theory and Research Problems” (1954) → awal resmi psikolinguistik modern.

5. Tokoh dan Perkembangan Selanjutnya

1. Charles Osgood (1963) → Teori mediasi (ada proses mental antara stimulus dan respon).
2. Eric Lenneberg → Teori bakat biologis berbahasa (bahasa bersifat alamiah & universal).
3. George A. Miller (1965) → Menyatakan psikolinguistik sebagai ilmu baru yang fokus pada proses kognitif bahasa.

6. Periode Perkembangan Psikolinguistik

1. 1950-an: Behaviorisme & Linguistik Struktural.
2. 1960–1970-an: Mentalisme & Kognitivisme (Chomsky, Miller).
3. 1980-an: Pragmatik & Pemerolehan Bahasa Kedua.
4. 1990-an: Pragmatik & Sosiolinguistik.
5. 2000-an ke atas: Integratif (behavioral + kognitif + kepribadian).

C. Pemerolehan Bahasa 

      Pemerolehan bahasa adalah proses alami ketika anak memperoleh bahasa pertama (bahasa ibu) sejak lahir melalui interaksi dengan lingkungannya. Proses ini melibatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta mencakup aspek reseptif (menyimak, membaca) dan produktif (berbicara, menulis).
        Menurut E. Cassirer, bahasa berawal dari ungkapan emosi seperti tangisan bayi, lalu berkembang menjadi alat berpikir dan bersosialisasi. Pemerolehan bahasa berbeda dengan pembelajaran bahasa, karena terjadi secara alamiah tanpa pengajaran formal.

D. Pemerolehan Bahasa Pertama (Bahasa Ibu)

      Pemerolehan bahasa pertama adalah proses alami yang terjadi di otak anak saat ia memperoleh bahasa ibu melalui interaksi dengan lingkungannya, berbeda dengan pembelajaran bahasa yang terjadi saat mempelajari bahasa kedua.
        Menurut Douglas Brown, anak memperoleh bahasa pertama secara alami tanpa pendidikan formal. Dalam proses ini terdapat dua aspek: 
1. Kompetensi, yaitu pengetahuan tidak sadar tentang tata bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, 2. dan semantik).
Performansi, yaitu kemampuan menggunakan bahasa untuk berkomunikasi melalui pemahaman dan pengungkapan kalimat.
      Chomsky berpendapat bahwa setiap anak memiliki kemampuan bawaan (innate) untuk berbahasa yang disebut kompetensi linguistik, yang memungkinkannya memahami dan menciptakan kalimat baru.
      Dardjowidjojo menegaskan bahwa semua anak memiliki strategi pemerolehan bahasa yang sama karena faktor biologis dan mental yang bersifat kodrati. Bahasa yang dikuasai anak ditentukan oleh input dari lingkungan sekitarnya.

E. Proses Pemerolehan Bahasa Pertama

   Anak tidak langsung menguasai bahasa ibu secara sempurna, tetapi melalui tahap-tahap perkembangan linguistik yang terjadi secara bertahap dan alami. Para ahli membaginya menjadi beberapa tahap utama:

1. Tahap Pengocehan (Babbling) – Dimulai sejak usia 5–6 bulan. Anak mulai mengeluarkan bunyi seperti ma, da, atau ba sebagai latihan bunyi ujaran dan peniruan intonasi orang dewasa.
2. Tahap Satu Kata (Holofrastis) – Sekitar usia 12–18 bulan. Anak mulai mengucapkan satu kata untuk mewakili satu makna, misalnya “mama” atau “mau”.
3. Tahap Dua Kata – Usia 18–20 bulan. Anak menggabungkan dua kata, seperti “mama ikut” atau “makan nana”, dan mulai berpikir dalam pola sederhana “subjek + predikat”.
4. Tahap Ujaran Telegrafis – Usia 2–3 tahun. Anak mulai berbicara dengan kalimat sederhana yang terdiri dari beberapa kata, kosakata bertambah pesat, dan struktur kalimat semakin mirip bahasa orang dewasa.

     Proses pemerolehan bahasa ini tidak hanya melalui peniruan atau penguatan dari orang dewasa, tetapi juga karena anak memiliki kemampuan alami membentuk aturan dan tata bahasa sendiri berdasarkan input lingkungannya.

F. Fase-Fase Pemerolehan Bahasa

        Para ahli psikolinguistik memiliki pandangan berbeda tentang fase pemerolehan bahasa kedua atau asing, terutama karena faktor lingkungan, usia, dan konteks pembelajaran. Namun secara umum, pemerolehan bahasa berlangsung melalui beberapa fase penting (Al-Ushaili):

1. Fase Sunyi (Silent Phase) — Pebelajar belum menghasilkan bahasa secara aktif, hanya menirukan atau memahami secara terbatas. Biasanya berlangsung 10 jam hingga 6 bulan, dengan penguasaan sekitar 500 kosakata pasif.
2. Fase Produksi Awal (Early Production) — Setelah fase sunyi, pebelajar mulai menggunakan bahasa sederhana. Ia mampu menjawab pertanyaan singkat seperti “iya/tidak” dan mulai membuat kalimat pendek dua atau tiga kata, seperti “buku baru” atau “pulpen hitam.”
3. Fase Pemahaman Kontekstual — Setelah sekitar satu tahun, pebelajar dapat memahami dan menggunakan hingga 3.000 kosakata (kemungkinan salah ketik dari sumber: bukan 300.000). Ia mulai mampu berbicara, membaca, dan memahami kalimat sesuai konteks, meskipun masih membutuhkan bantuan untuk istilah baru.

G. Peran Orang-Orang Terdekat dalam Pemerolehan Bahasa Pertama

1. Orang tua (ayah dan ibu), berperan besar karena menjadi orang pertama yang berinteraksi dengan anak. Bahasa yang digunakan orang tua sangat memengaruhi bahasa pertama anak.
2. Lingkungan keluarga, menjadi tempat anak menerima rangsangan bahasa melalui komunikasi sehari-hari.
3. Saudara dan teman sebaya, membantu memperluas kemampuan bahasa anak melalui interaksi sosial.
4. Lingkungan sosial, mendukung perkembangan sosial dan kognitif anak yang berhubungan dengan penguasaan bahasa.
5. Peran peniruan, anak meniru bahasa, ucapan, dan perilaku orang-orang di sekitarnya sebagai bentuk pembelajaran bahasa pertama.


H. Peran Psikolinguistik dalam pembelajaran bahasa 

      Sangat penting karena dengan memamahami psikolinguistik seorang guru memahami proses yang terjadi dalam diri siswa ketika siswa menyimak, berbicara, membaca, ataupun menulis sehingga manakala kemampuan dalam keterampilan berbahasa bermasalah, garu dapat melihat dari sudut pandang psikologi sebagai alternative solusinya. 



REFERENSI
Psikolinguistik dalam Pembelajaran Bahasa Arab (PDF), 
Lisnawati, I. (2008). Psikolinguistik dalam Pembelajaran Bahasa. Educare.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FUNGSI MENU FILE DAN HOME PADA MICROSOFT WORD

LISANIYYAT

HAKIKAT BAHASA DAN KAJIAN BAHASA DALAM LINTAS SEJARAH