KLASIFIKASI BAHASA DAN METODE PENELITIAANYA
A. Rumpun Bahasa (ﺍﻟﻔﺼﺎﺋﻞ الغوية )
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, salah satu dari makna rumpun adalah “Golongan besar bangsa (bahasa) yang sama asal dan jenisnya. Dalam bahasa Arab disebut dengan ﻓﺼﻴﻠﺔ dengan bentuk ja ma’-nya“ﻓﺼﺎﺋﻞ”.
Rumpun bahasa menurut Kridalaksana adalah: “Kelompok bahasa dalam satu keluarga bahasa yang diturunkan dari bahasa madya.” Bahasa madya merupakan turunan bahasa kedua dari bahasa pertama yang disebut dengan bahasa purba.
Mox Muller, sebagaimana dikutip Syahin, membagi rumpun bahasa di dunia kepada tiga keluarga besar antara lain:
1. Rumpun Bahasa Indo-Eropa (الهند - اوروبية)
Menurut Shubhi Shaleh, bahasa Indo-Eropa merupakan bahasa yang paling banyak tersebar dan penutur bahasa ini memiliki pengaruh yang sangat besar dalam peradaban manusia modern. Bahasa-bahasa yang termasuk rumpun dan atau sub rumun bahasa Indo-Eropa adalah: German, Indo-Iran, Armenia, Baltik, Slavik, Yunani, Itali, Prancis, Portugal, Inggris, Denmark,Swedia, Norwegia, Belanda Roaman, dan Gaulis.
2. Rumpun bahasa Hamiah-Samiyah (الحامية - السامية)
Rumpun bahasa Hamiah-Samiyah, menurut Chaer disebut juga dengan Afro-Asiatik. Bahasa-bahasa yang termasuk rumpun dan atau sub rumpun bahasa Hamiah-Samiyah adalah: Koptis, Berber, Kushid, Khad, Arab, Etiopia, dan Ibrani, Akkadiyah, Aramiyah, dan Kan’aniyah.
3. Rumpun bahasa Tourani (الطورانية)
Seperti disebutkan sebelumnya, bahwa Shubhi Shaleh menyebutnya dengan rumpun bahasa lainnya. Penyebutan ini bukan tidak beralasan, karena menurutnya bahasa-bahasa yang termasuk rumpun dan atau sub rumpun bahasa ini sangat banyak dan beragam. Bahkan antara satu sama lain tidak ditemukan kedekaan hubungan atau persamaan. Bahasa-bahasa dimaksud adalah: bahasa Jepang, Cina, Korea, Tibeto, India, Austronesia (Melayu Poliesia, yaitu: Indonesia dan Melayu), dll.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahwa bahasa Arab termasuk rumpun bahasa Hamiah-Samiyah (الحامية - السامية) atau lebih populernya disebut rumpun bahasa Semit. Ada beberapa hal yang menjadi karakteristik rumpun bahasa Semit, antara lain:
1. Adanya huruf-huruf tenggorokan, seperti ﻉ , ﺥ , ﺡ , dan ﻍ
2. Bentuknya katanya terdiri dari tiga huruf konsonan
3. Kata kerjanya (verb) mengenal tiga kala/masa
4. Konjugasinya dapat dianalogikan (analogical conjugation)
5. Setiap fonem yang kemudian membentuk kata dalam bahasa-bahasa Semit selalu terdiri dari fonem-fonem konsonan dan bukan vokal.
Diantara bahasa-bahasa yang serumpun dengan bahasa Arab adalah bahasa Akkâdiyah (Babilonia), bahasa Arâmiyah (Phunishia), bahasa Kan’âniyah (Ibrani), Yaman dan Habsyi. Tiga bahasa yang pertama telah punah, sementara tiga yang terakhir masih dapat eksis, dan akhirnya bahasa Arab keluar sebagai bahasa yang terkuat dan unggul setelah menjalani kompetisi bahasa ( ﺻﺮﺍﻉ ﺍﻟﻠﻐﺔ) dalam waktu yang tidak singkat.
Bahasa Arab diketahui perkembangannya terbagi kepada dua:
1. (ﺍلعرابية البائدة) atau bahasa Arab yang sudah punah, karena bahasa ini hanya dapat diketahui melalui analisis teks-teks atau manuskrip-manuskrip bersejarah yang masih ada.
2. (العرابية ﺍﻟﺒﺎﻗﻴﺔ) adalah bahasa Arab yang masih eksis sampai saat ini. Bahasa Arab al-Bâqiyah adalah bahasa Arab keturunan Khattan yang tersebar ke berbagai bagian seperti Nejd, Hijâz, Syam dan Irâq.
Dengan dialek Khattan inilah suku Adnan (cucu Ismail bin Ibrahim) menyebar ke Jazirah Arab dan akhirnya bernama bahasa Arab yang di antara suku-sukunya yang paling menonjol adalah suku Qurais yang kemudian sangat mewarnai perkembangan bahasa Arab. Bahkan bahasa al-Qur’an juga memakai dialek Quraiṣ.
B. Metode Penelitian Bahasa: Metode Deskriptif, Metode Komparatif, Metode Historis, dan Metode Konstrantif
1. Metode deskriptif (اَلْمَنْهَجُ الْوَصْفِيُّ)
Metode deskriptif yaitu meneliti fenomena bahasa tertentu dalam kurun waktu yang terbatas. Hal itu dilakukan dengan mengamati fenomena tersebut, mendeskripsikannya, membicarakan aspeknya, dan mengungkap ciri-cirinya. Contoh hal tersebut: meneliti pengucapan bunyi-bunyi tenggorokan di suatu daerah, atau mempelajari gaya penafian dalam kumpulan puisi seorang penyair, atau meneliti makna sebagian kosakata pada masa Jahiliyah. Hal-hal seperti ini termasuk penelitian deskriptif, dan banyak penelitian Arab mengikuti metode ini, begitu juga sebagian besar penelitian modern. Setelah metode deskriptif, ia merupakan metode terpenting dalam penelitian bahasa dan yang paling banyak digunakan.
2. Metode Komparatif (اَلْمَنْهَجُ الْمُقَارَنُ)
Metode perbandingan yaitu membandingkan antara dua bahasa atau lebih dari bahasa-bahasa yang berakhir ke dalam satu kelompok, dengan berusaha menjelaskan perbedaan atau keserupaan diantara keduanya dalam hal bunyi, struktur, makna, atau susunan kata.
3. Metode Historis (اَلْمَنْهَجُ التَّارِيخِيُّ)
Metode historis yaitu metode yang meneliti masalah bahasa dari segi perkembangannya dan perubahan-perubahannya sepanjang sejarah. Contohnya: memilih sekelompok kata, lalu meneliti maknanya dalam puisi Jahiliyah, kemudian meneliti makna-maknanya pada masa-masa Islam hingga zaman kita sekarang.
4. Metode Kontrastif ( اَلْمَنْهَجُ التقبلي )
Metode kontrastif merupakan metode bahasa yang terkenal dikalangan pengkaji bahasa kontemporer. Objek kajian pada metode kontrastif adalah perbandingan antara dua bahasa atau dua dialek atau antara sebuah bahasa dengan sebuah dialek. Perbandingan yang dilakukan dalam metode kontrastif berbeda dengan perbandingan yang dilakukakan pada metode komparatif. Pada metode komparatif perbandingan yang dilakukakan adalah antara dua bahasa yang berada dalam satu rumpun bahasa dan hasil yang diperoleh dapat berupa persamaan-persamaan maupun perbedaan. Sedangkan pada metode kontrastif perbandingan yang dilakukan adalah antara dua bahasa atau dua dialek yang tidak berada dalam saru rumpun bahasa yang sama. Jadi, tujuan yang hendak dicapai dengan metode kontrastif yaitu mengetahui perbedaan-perbedaan dalam perbandingan bahasa.
DAFTAR PUSTAKA
Nasution, S. (2017). Pengantar Linguistik Bahasa Arab.
Modul pdf.فقه اللغة العربية halaman 27-28
Chaer, A. (2003). linguistik umum, Jakarta: PT. Asdi Mahasatya.
Komentar
Posting Komentar